Artikel
Artikel
Kenapa Pengajuan Kredit Ditolak Setelah Tele-Verification? Ini Penyebabnya!
Operations | 05 March 2025
Sumber: freepik.com
Dalam proses pengajuan kredit, tele-verification merupakan salah satu tahap penting yang harus dilewati calon peminjam. Bank atau lembaga keuangan akan menghubungi pemohon untuk melakukan verifikasi data, memastikan keakuratan informasi, serta menilai kelayakan kredit. Namun, tidak sedikit orang yang mengalami penolakan setelah melewati tahap ini. Berikut beberapa alasan umum kenapa pengajuan kredit ditolak setelah tele-verification dan bagaimana cara mengatasinya.
1. Data dan Dokumen Tidak Lengkap atau Tidak Valid
Salah satu penyebab utama penolakan kredit setelah tele-verification adalah ketidaksesuaian atau ketidaklengkapan data yang diberikan. Bank akan mencocokkan informasi yang diberikan dengan dokumen yang sudah diajukan. Jika ada perbedaan signifikan, kemungkinan besar pengajuan akan ditolak.
Solusi: Pastikan semua dokumen yang diminta telah lengkap dan sesuai dengan data yang diberikan saat wawancara telepon. Periksa kembali KTP, slip gaji, NPWP, dan dokumen lain sebelum mengajukan kredit.
2. Riwayat Kredit Buruk
Bank atau lembaga keuangan selalu mengecek riwayat kredit calon peminjam melalui BI Checking atau Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK. Jika pemohon memiliki riwayat keterlambatan pembayaran, tunggakan, atau bahkan kredit macet, kemungkinan besar pengajuan akan ditolak.
Solusi: Jika pernah memiliki masalah kredit, lunasi semua tunggakan dan pastikan status kredit Anda bersih sebelum mengajukan pinjaman baru. Anda juga bisa mengecek status kredit melalui SLIK OJK.
3. Ketidakcocokan Informasi Saat Tele-Verification
Saat proses tele-verification, petugas akan mengajukan beberapa pertanyaan terkait data pemohon. Jika jawaban yang diberikan berbeda dengan yang tercatat dalam sistem atau tidak konsisten, maka bank bisa mencurigai adanya pemalsuan data.
Solusi: Sebelum wawancara, pahami kembali data yang telah Anda berikan saat pengajuan. Jawablah pertanyaan dengan jelas dan konsisten sesuai dengan dokumen yang sudah diserahkan.
4. Penghasilan Tidak Memenuhi Syarat
Setiap produk kredit memiliki persyaratan penghasilan minimum yang harus dipenuhi oleh pemohon. Jika penghasilan Anda dianggap tidak cukup untuk membayar cicilan, maka permohonan kredit kemungkinan besar akan ditolak.
Solusi: Cek kembali syarat penghasilan minimum yang ditentukan oleh bank sebelum mengajukan pinjaman. Jika penghasilan belum mencukupi, Anda bisa mempertimbangkan opsi pinjaman dengan nominal yang lebih kecil atau mencari tambahan sumber pendapatan.
Baca Juga: Rahasia Bank! Begini Cara Mereka Menganalisis Kelayakan Kredit
5. Pekerjaan atau Status Pekerjaan Tidak Stabil
Bank lebih cenderung memberikan kredit kepada mereka yang memiliki pekerjaan tetap dengan penghasilan stabil. Jika Anda bekerja sebagai freelancer, pekerja kontrak, atau baru saja berganti pekerjaan, ini bisa menjadi alasan penolakan.
Solusi: Jika status pekerjaan Anda masih kontrak atau freelance, coba ajukan kredit ke lembaga keuangan yang lebih fleksibel atau lampirkan dokumen tambahan seperti laporan keuangan pribadi untuk menunjukkan kestabilan finansial.
6. Rasio Utang Terlalu Tinggi
Jika pemohon memiliki utang yang cukup besar dibandingkan dengan penghasilannya, bank akan menilai risiko kredit terlalu tinggi dan dapat menolak pengajuan kredit.
Solusi: Pastikan rasio utang terhadap penghasilan Anda masih dalam batas aman. Idealnya, total cicilan utang tidak lebih dari 30-40% dari penghasilan bulanan.
7. Ketidakmampuan Dihubungi Saat Tele-Verification
Bank atau lembaga keuangan biasanya akan menghubungi pemohon untuk melakukan wawancara telepon. Jika Anda sulit dihubungi atau tidak mengangkat telepon beberapa kali, pengajuan bisa dibatalkan.
Solusi: Pastikan nomor telepon yang Anda cantumkan aktif dan selalu dalam keadaan siap menerima panggilan, terutama setelah mengajukan kredit.
8. Informasi Palsu atau Tidak Akurat
Memberikan informasi palsu atau memanipulasi data saat pengajuan kredit adalah kesalahan fatal. Jika bank menemukan ketidaksesuaian data, permohonan Anda akan langsung ditolak.
Solusi: Selalu berikan informasi yang jujur dan akurat. Jika ada perubahan data, segera informasikan kepada pihak bank.
9. Tidak Memenuhi Kriteria Bank atau Lembaga Keuangan
Setiap bank memiliki kebijakan dan standar risiko kredit yang berbeda. Bisa jadi pengajuan Anda ditolak karena tidak memenuhi kriteria internal bank, meskipun secara umum sudah memenuhi persyaratan dasar.
Solusi: Jika pengajuan ditolak tanpa alasan yang jelas, coba ajukan ke bank atau lembaga keuangan lain yang memiliki persyaratan lebih fleksibel.
10. Solusi Mengatasi Penolakan Kredit Setelah Tele-Verification
Jika pengajuan kredit Anda ditolak setelah tele-verification, berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan:
a. Minta alasan penolakan dari pihak bank agar bisa memperbaiki kekurangan di masa mendatang.
b. Perbaiki riwayat kredit dengan membayar tunggakan atau cicilan yang masih berjalan.
c. Pastikan data yang diberikan sudah benar sebelum mengajukan ulang.
d. Coba ajukan kredit ke bank lain yang mungkin memiliki kebijakan lebih fleksibel.
e. Gunakan layanan konsultasi keuangan untuk membantu merencanakan pengajuan kredit yang lebih baik.
Apabila perusahaan Anda memerlukan layanan tele-verification yang cepat dan akurat, Berijalan menyediakan solusi verifikasi berbasis cloud yang dapat membantu lembaga keuangan dalam mengevaluasi pemohon kredit secara lebih efisien. Dengan sistem otomatis yang didukung oleh teknologi AI dan integrasi data yang aman, Berijalan memastikan proses verifikasi menjadi lebih akurat dan mudah dilakukan. Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan tele-verification dari Berijalan!